+62 821-2809-0980·admin@thr.co.id·Sen–Jum 08.30–17.30 WIB
Teguh Heru & RekanRegistered Public AccountantsKonsultasi
Regulasi2 menit baca

Metode Transfer Pricing Ditentukan dari Kesesuaiannya dengan Transaksi

Pemilihan metode adalah bagian dokumentasi yang berulang dipersoalkan, karena di sanalah kesimpulan kewajaran dibangun atau runtuh.

BagikanWinX@⧉

Ringkasan Cepat

  • PMK 172/2023 mengatur pemilihan metode pada Pasal 9, dengan dasar kesesuaian terhadap keadaan transaksi.
  • Alasan tidak dipakainya metode lain perlu dituliskan, bukan hanya alasan metode terpilih.
  • Ketersediaan data pembanding adalah pertimbangan yang sah, dan dituliskan apa adanya bila memang menentukan.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 172 Tahun 2023 mengatur penerapan prinsip kewajaran dan kelaziman usaha pada transaksi yang dipengaruhi hubungan istimewa, dan pemilihan metode penentuan harga transfer diatur dalam Pasal 9.

Pembacaan yang keliru memperlakukan metode itu sebagai beberapa pilihan setara, sehingga penyusun dokumentasi tinggal memilih salah satu. Apa sebenarnya yang diminta, dan bagian mana yang biasanya ditanyakan lebih dahulu?

Apa yang harus tampak di dokumennya

Yang diminta adalah metode yang paling sesuai dengan keadaan transaksi. Kesesuaian itu dinilai, dan penilaiannya yang perlu tampak dalam dokumen.

Penilaian bertolak dari gambaran transaksinya: fungsi yang dijalankan tiap pihak, aset yang dipakai, dan risiko yang ditanggung. Perusahaan yang hanya menjalankan fungsi distribusi terbatas dengan risiko yang ditanggung induk menghadapi pilihan yang berbeda dari perusahaan yang mengembangkan produk sendiri dan menanggung risiko pasarnya.

Karena itu analisis fungsi tidak dapat disalin dari tahun sebelumnya tanpa diperiksa. Perubahan pada cara kerja perusahaan mengubah dasar pemilihan metode, meski nama transaksinya sama.

Dokumentasi yang kuat memuat dua hal: alasan metode terpilih dipandang paling sesuai, dan alasan metode lain dikesampingkan. Bagian kedua sering dilewati karena terasa berlebihan, padahal ia yang paling menghemat waktu kemudian, sebab pertanyaan pertama dalam pembahasan hampir selalu menyangkut metode yang tidak dipakai. Penulisannya tidak menuntut uraian panjang: satu paragraf per metode, menyebut alasan ketidaksesuaiannya terhadap keadaan transaksi.

Sebagian metode menuntut data pembanding yang tidak selalu tersedia untuk pasar tertentu. Keterbatasan itu nyata, dan menyebutkannya lebih kuat daripada menyembunyikannya di balik alasan teknis. Dokumentasi yang menyatakan terus terang bahwa data pembanding untuk metode tertentu tidak dapat diperoleh, disertai keterangan pencarian yang sudah dilakukan, menempatkan pembahasan pada dasar yang dapat diperiksa.

Ketidakcocokan dengan dokumen perusahaan sendiri

Kelemahan yang paling mudah ditemukan pemeriksa justru terletak di luar pilihan metodenya, yaitu pada ketidakcocokan antara dokumentasi dan dokumen lain milik perusahaan sendiri.

Analisis fungsi menyatakan perusahaan menanggung risiko persediaan, sedangkan perjanjian dengan induk menyebutkan hak pengembalian barang tanpa syarat. Dokumentasi menyatakan perusahaan menjalankan fungsi pemasaran, sedangkan laporan keuangannya hampir tidak memuat beban pemasaran.

Pemeriksaan silang atas hal ini dikerjakan sendiri sebelum dokumentasi dianggap selesai. Bahan pembandingnya sudah ada: perjanjian antarperusahaan, struktur organisasi, dan angka pada laporan keuangan.

Waktu penyusunan ikut menentukan kekuatannya. PMK 172/2023 menegaskan prinsip bahwa harga ditetapkan berdasarkan analisis yang dilakukan sebelum atau pada saat transaksi terjadi, sehingga pemilihan metode berkedudukan sebagai keputusan di awal, bukan penjelasan yang disusun belakangan. Dokumentasi yang metodenya baru ditetapkan ketika tenggat pelaporan mendekat akan sulit menunjukkan hal tersebut, meski isinya benar.

Peninjauan yang dikerjakan setiap tahun, bersamaan dengan pemutakhiran analisis fungsi, menjaga dokumentasi tetap sejalan dengan kenyataan operasional. Ketika perusahaan mengambil alih fungsi pemasaran yang sebelumnya dijalankan induk, dasar pemilihan metode ikut berubah.

Yang diuji dalam pembahasan bukan nama metodenya, melainkan apakah pemilihannya dinilai, dituliskan alasannya, dan cocok dengan dokumen perusahaan sendiri.

Kapan dokumentasinya harus sudah ada dibahas di kapan dokumentasi transfer pricing harus sudah ada.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah boleh langsung memakai metode yang datanya paling mudah diperoleh?

Ketersediaan data adalah pertimbangan yang sah, dan tidak berdiri sendiri. Yang diminta adalah penilaian atas kesesuaian tiap metode terhadap keadaan transaksi, lalu penjelasan mengapa metode terpilih paling sesuai. Bila ketersediaan data ikut menentukan, hal itu dituliskan sebagai bagian dari alasan.

Kalau transaksinya berubah, apakah metodenya ikut ditinjau?

Ya. Metode mengikuti keadaan transaksi, sehingga perubahan fungsi, aset, atau risiko yang ditanggung menuntut peninjauan ulang. Metode yang dipakai bertahun-tahun tanpa peninjauan akan menyimpang dari kenyataan operasional secara perlahan.

Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan nasihat profesional untuk kasus tertentu. Untuk menilai posisi perusahaan Anda secara spesifik, hubungi tim kami. Ditulis oleh Tim Perpajakan, KAP Teguh Heru & Rekan, kantor akuntan publik berizin di Jakarta sejak 1994.