+62 821-2809-0980·admin@thr.co.id·Sen–Jum 08.30–17.30 WIB
Teguh Heru & RekanRegistered Public AccountantsKonsultasi
Perpajakan2 menit baca

Potongan Pajak THR Terlihat Melonjak, Perhitungan Setahunnya Tidak Berubah

Pertanyaan ini datang setiap tahun dari bagian personalia, bukan dari bagian pajak. Jawabannya ada pada cara kerja pemotongan masa.

BagikanWinX@⧉

Ringkasan Cepat

  • Direktorat Jenderal Pajak menerbitkan dua tulisan mengenai hal ini pada 9 dan 10 Maret 2026.
  • TER menggeser waktu pemotongan; jumlah pajak setahun ditentukan pada perhitungan masa pajak terakhir.

Direktorat Jenderal Pajak menerbitkan dua tulisan berdekatan pada Maret 2026: “Potongan Pajak THR Terlihat Besar?

Tunggu Hingga Akhir Tahun, Total Pajaknya Tetap Sama” pada 9 Maret, dan “Paradoks Pajak atas THR: Membedah Fakta di Balik Angka yang Melonjak” pada 10 Maret.

Dua tulisan dalam dua hari menunjukkan pertanyaannya datang berulang.

Apa yang sebenarnya terjadi pada slip gaji bulan itu?

Mengapa lapisannya bergeser pada bulan THR

Tarif efektif rata-rata menetapkan satu angka pemotongan yang dicari dari kategori penghasilan tidak kena pajak dan lapisan penghasilan bruto bulanan. Dasarnya penghasilan bruto pada bulan tersebut.

Pada bulan THR dibayarkan, penghasilan bruto karyawan memuat gaji sekaligus tunjangan hari raya. Lapisan yang dipakai karena itu bergeser ke atas, dan potongannya lebih besar dibandingkan bulan biasa. Pergeseran itu berlaku untuk bulan tersebut saja. Bulan berikutnya, ketika brutonya kembali seperti semula, lapisannya pun kembali.

Keseluruhannya diselesaikan pada perhitungan masa pajak terakhir. Pada masa itu, pajak setahun dihitung dengan cara tahunan, lalu dibandingkan dengan yang sudah dipotong sepanjang tahun. Selisihnya diselesaikan di sana.

Penjelasan tertulis yang bisa dibagikan

Pertanyaan ini sampai ke bagian personalia lebih dahulu, dan sering tidak ada dokumen yang dapat dibagikan.

Penjelasan sepanjang satu halaman menutup sebagian besar keluhan. Isinya: dasar pemotongan bulanan adalah bruto bulan berjalan, bulan THR memuat gaji sekaligus tunjangan sehingga brutonya lebih besar, dan perhitungan masa pajak terakhir yang menentukan jumlah setahunnya.

Untuk karyawan yang mulai atau berhenti bekerja di tengah tahun, keterangan tambahan diperlukan karena masa pajak terakhirnya tidak selalu Desember. Bagi karyawan yang berhenti, perhitungan tahunan dilakukan pada bulan ia berhenti.

Dari sisi perusahaan, yang perlu dijaga datanya. Komponen penghasilan yang salah dikelompokkan pada bulan THR, misalnya tunjangan yang tercampur dengan bonus atau penggantian biaya, akan menghasilkan perhitungan yang benar rumusnya dan salah angkanya.

Pemeriksaan sederhana menjelang bulan THR biasanya cukup: pastikan tiap komponen pembayaran punya jenis yang benar di sistem penggajian, dan pastikan status penghasilan tidak kena pajak tiap karyawan sudah mutakhir terhadap perubahan keluarga sepanjang tahun.

Tunjangan hari raya untuk karyawan bermasa kerja kurang dari setahun perlu diperiksa terpisah. Karyawan yang baru bergabung beberapa bulan menerima tunjangan secara proporsional, dan besarannya memengaruhi lapisan yang dipakai pada bulan itu.

Sebelum penggajian bulan tersebut dijalankan, pastikan komponen mana yang termasuk penghasilan bruto pada bulan itu, dan apakah status penghasilan tidak kena pajak tiap karyawan sudah mutakhir. Keduanya diperiksa sekali, dan hasilnya menentukan seluruh perhitungan bulan itu.

Ringkasnya, potongan pada bulan THR besar karena dasarnya besar, dan jumlah setahunnya baru ditentukan pada perhitungan masa pajak terakhir.

Arti istilah TER dan masa pajak dijelaskan di glosarium istilah pajak.

Pertanyaan yang sering diajukan

Karyawan protes potongannya naik. Apa yang perlu disampaikan personalia?

Bahwa dasar pemotongan bulanan adalah penghasilan bruto bulan itu, dan pada bulan THR brutonya memang lebih besar. Selisihnya diperhitungkan kembali pada masa pajak terakhir, sehingga jumlah setahunnya tidak ditentukan oleh besarnya potongan satu bulan.

Apakah perusahaan perlu menjelaskan ini tiap tahun?

Penjelasan tertulis sekali, disimpan dan dikirim ulang menjelang bulan THR, biasanya cukup. Pertanyaannya berulang karena tidak ada dokumen yang dapat dibagikan.

Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan nasihat profesional untuk kasus tertentu. Untuk menilai posisi perusahaan Anda secara spesifik, hubungi tim kami. Ditulis oleh Tim Perpajakan, KAP Teguh Heru & Rekan, kantor akuntan publik berizin di Jakarta sejak 1994.