Audit, Reviu, atau Kompilasi? Cara Memilih Jenis Perikatan yang Tepat
Yang menentukan pilihan adalah siapa yang akan membaca laporan itu dan keyakinan seperti apa yang ia butuhkan.
Ringkasan Cepat
- Bank, regulator, dan panitia tender umumnya meminta audit. Reviu dan kompilasi tidak menggantikannya.
- Reviu yang ditolak lalu diulang sebagai audit biayanya menjadi jumlah keduanya, dan observasi persediaan pada tanggal neraca sudah tidak mungkin.
Permintaan yang datang hampir setiap bulan berbunyi sama: “Kami butuh laporan keuangan untuk bank. Yang paling murah apa?”
Urutan pertanyaannya terbalik, dan itu yang membuatnya mahal. Yang menentukan pilihan adalah siapa yang akan membaca laporan itu dan keyakinan seperti apa yang ia tuntut.
Ketiga jasa sama-sama menghasilkan laporan yang rapi. Yang berbeda seberapa jauh akuntan publik melangkah untuk meyakini angkanya.
| Audit | Reviu | Kompilasi | |
|---|---|---|---|
| Tingkat keyakinan | Memadai (tertinggi) | Terbatas | Tidak ada |
| Bentuk pernyataan | Opini positif | Kesimpulan negatif | Tanpa asurans |
| Prosedur utama | Pengujian bukti, konfirmasi, observasi fisik, pengujian pengendalian | Prosedur analitis dan permintaan keterangan | Menyusun dari catatan manajemen |
| Independensi wajib | Ya | Ya | Tidak wajib, tetapi diungkapkan |
| Porsi jam kerja | Paling besar | Menengah | Paling kecil |
Baris kedua itu yang kerap salah dibaca. Opini audit berbunyi positif: laporan keuangan, dalam semua hal yang material, menyajikan secara wajar posisi keuangan perusahaan. Kesimpulan reviu berbunyi negatif: tidak ada hal yang menjadi perhatian kami yang menyebabkan kami yakin laporan keuangan perlu diubah secara material. Kalimat itu menyatakan tidak ditemukannya masalah, dan bukan diyakininya kebenaran.
Di baris prosedur, selisihnya terlihat konkret. Pada audit, saldo piutang dikonfirmasi langsung ke pelanggan, persediaan dihitung bersama pada tanggal neraca, transaksi ditelusuri sampai dokumen sumbernya. Pada reviu, tidak ada konfirmasi ke pelanggan dan tidak ada perhitungan persediaan; yang dikerjakan perbandingan rasio antarperiode, penelaahan pergerakan yang tidak lazim, dan permintaan penjelasan kepada manajemen.
Pada kompilasi, akuntan publik berperan sebagai penyusun. Ia mengambil catatan pembukuan manajemen dan menyusunnya menjadi laporan keuangan yang sesuai bentuk dan pengungkapan standar akuntansi yang berlaku, tanpa menguji kebenaran angkanya, dan laporannya menyatakan hal itu secara terbuka. Bentuk ini berguna bagi perusahaan yang pembukuannya berjalan tetapi belum mampu menyusun laporan lengkap dengan catatan atas laporan keuangan, dan untuk merapikan keadaan sebelum masuk ke audit tahun berikutnya.
Memilih di antara ketiganya
Mula-mula tanyakan siapa yang memintanya. Bank, regulator seperti OJK atau kementerian, panitia tender, calon investor, dan pihak dalam proses akuisisi umumnya meminta audit. Bila pembacanya hanya manajemen dan pemegang saham yang juga mengelola perusahaan, reviu atau kompilasi biasanya memadai.
Lalu periksa anggaran dasar, perjanjian kredit, dan perjanjian dengan mitra. Kewajiban audit sering tersembunyi di perjanjian kredit yang ditandatangani bertahun lalu, dan baru ketahuan saat bank memintanya.
Setelah itu ukur jarak pembacanya. Semakin jauh pembaca dari perusahaan, semakin tinggi keyakinan yang ia butuhkan, karena ia tidak punya cara lain untuk memverifikasi.
Kekeliruan yang berulang punya bentuk yang sama: perusahaan memilih reviu karena lebih murah, menyerahkannya ke bank, lalu bank menolak dan meminta audit. Biayanya menjadi jumlah keduanya. Audit yang dikerjakan belakangan pun sering sudah melewati tanggal neraca, sehingga observasi persediaan tidak lagi mungkin dilakukan; prosedur alternatif memakan waktu lebih panjang, dan pada kasus tertentu keterbatasan itu memengaruhi opini yang dapat diberikan.
Pencegahannya satu kalimat: minta persyaratan secara tertulis kepada pihak yang akan membaca laporan Anda, sebelum menunjuk akuntan publik.
Untuk audit, penunjukan sebaiknya jatuh sebelum tutup buku. Sebagian prosedur hanya dapat dikerjakan pada tanggal tertentu, dan observasi perhitungan fisik persediaan pada tanggal neraca contoh yang paling jelas. Penunjukan lebih awal juga memungkinkan sebagian pekerjaan dikerjakan sebelum akhir tahun, sehingga laporan terbit lebih cepat dan jam kerja pada masa sibuk berkurang.
Dua keterangan biasanya cukup untuk memutuskan: untuk siapa laporan itu, dan kapan dibutuhkan.
Pertimbangan biayanya dibahas di apa yang menentukan biaya audit.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah reviu bisa menggantikan audit untuk pengajuan kredit?
Umumnya tidak. Sebagian besar bank mensyaratkan laporan keuangan yang telah diaudit, terutama untuk plafon di atas batas tertentu. Beberapa bank menerima laporan hasil reviu untuk plafon kecil. Tanyakan persyaratannya secara tertulis kepada bank sebelum menunjuk akuntan publik, karena menaikkan dari reviu ke audit di tengah jalan menuntut pengujian tambahan atas periode yang sudah lewat.
Bisakah satu kantor akuntan publik melakukan kompilasi sekaligus mengaudit laporan yang sama?
Menyusun laporan keuangan lalu mengaudit laporan yang disusun sendiri menimbulkan ancaman telaah pribadi terhadap independensi. Pekerjaan penyusunan dan pekerjaan audit dikerjakan tim yang terpisah dengan pengamanan yang terdokumentasi, dan untuk entitas kepentingan publik pemisahannya lebih ketat lagi.
Berapa selisih biaya ketiganya?
Tidak ada angka baku, karena imbalan mengikuti jam kerja yang dibutuhkan. Reviu lazimnya memerlukan porsi jam di bawah audit atas entitas yang sama, dan kompilasi lebih kecil lagi. Yang menentukan adalah kerapian pembukuan, jumlah transaksi, sebaran lokasi, dan kerumitan transaksinya.