Laporan Keuangan Audited Dibaca Berbeda oleh Panitia Tender dan Bank
Panitia tender mencocokkan angkanya dengan SPT Tahunan dan sertifikat badan usaha; analis kredit membaca arus kasnya.
Ringkasan Cepat
- Panitia tender mencocokkan laporan audited dengan SPT Tahunan dan sertifikat badan usaha. Ketidakcocokan tanpa penjelasan adalah penyebab penolakan yang lazim.
Dua keadaan yang biasanya pertama kali membuat perusahaan membutuhkan kantor akuntan publik adalah ikut tender dan mengajukan kredit. Keduanya meminta “laporan keuangan audited”, tetapi yang dicari pembacanya berbeda. Lantas, apa yang dilihat masing-masing, dan dokumen apa yang menentukan lamanya proses?
Pembacaan panitia tender dan analis kredit
Panitia pengadaan memakai laporan audited untuk tiga hal. Memverifikasi kualifikasi, yaitu apakah nilai aset, ekuitas, atau omzet memenuhi ambang paket yang ditenderkan. Menilai kemampuan keuangan lewat rasio likuiditas dan modal kerja, supaya tahu penyedia sanggup membiayai pekerjaan sebelum termin pembayaran cair. Dan mencocokkannya dengan dokumen lain: SPT Tahunan, sertifikat badan usaha, dan laporan pengalaman pekerjaan.
Pencocokan itulah yang menolak berkas, dan justru yang paling mudah dihindari. Bila omzet di laporan audited berbeda dari peredaran usaha di SPT Tahunan tanpa penjelasan, berkas menjadi pertanyaan, bahkan ketika kedua angka itu sebenarnya dapat dijelaskan dengan benar.
Analis kredit membaca dokumen yang sama dengan satu pertanyaan: apakah arus kas perusahaan ini cukup untuk membayar cicilan. Yang ia timbang kualitas laba, bukan besarnya; laba dari kegiatan usaha berulang dinilai lebih tinggi daripada laba dari penjualan aset atau selisih kurs. Ia membaca arus kas operasi, karena perusahaan bisa mencatat laba tetapi arus kas operasinya negatif, biasanya karena piutang menumpuk atau persediaan membengkak, dan itu sinyal yang langsung terlihat.
Ia juga membaca catatan atas laporan keuangan, bagian yang diabaikan penyusun tetapi dibaca analis: pihak berelasi, jaminan yang diberikan, komitmen dan kontinjensi. Dan ia membaca opininya; opini selain Wajar Tanpa Pengecualian, atau paragraf penekanan suatu hal tentang kelangsungan usaha, mengubah keseluruhan pembacaan.
Apa yang membuat prosesnya lama
Kesiapan dokumen adalah penentu terbesar lamanya proses. Delapan berkas ini yang biasanya menghambat:
- Rekonsiliasi bank seluruh rekening sampai tanggal neraca, beserta rekening koran.
- Daftar aset tetap lengkap dengan tanggal perolehan, nilai perolehan, metode dan akumulasi penyusutan.
- Berita acara stock opname per tanggal neraca, bukan perhitungan mundur.
- Rincian piutang dan utang per pelanggan dan pemasok, beserta umur piutang.
- Kontrak-kontrak signifikan: sewa, kredit, kerja sama, dan perjanjian dengan pihak berelasi.
- Dokumen perpajakan: SPT Masa dan Tahunan, bukti potong, serta surat ketetapan bila ada.
- Notulen RUPS dan rapat Direksi untuk tahun buku yang diaudit.
- Daftar pihak berelasi dan transaksi dengan mereka sepanjang tahun.
Perusahaan yang menyiapkan delapan hal ini sebelum tim audit datang biasanya menyelesaikan proses lebih cepat, dengan pertanyaan susulan yang lebih sedikit.
Keterlambatan penerbitan laporan audit jarang disebabkan temuan yang rumit; penyebabnya dokumen pendukung yang tidak pernah dibuat sejak awal. Stock opname yang tidak dilakukan pada tanggal neraca memaksa rekonstruksi mundur yang memakan waktu dan hasilnya lebih lemah. Transaksi dengan pihak berelasi yang tidak terdokumentasi, seperti pinjaman kepada pemegang saham tanpa perjanjian tertulis, adalah temuan klasik. Pemisahan kas perusahaan dan kas pribadi yang tidak tegas berulang terutama pada perusahaan keluarga, dan pengakuan pendapatan yang tidak konsisten dengan kontrak berulang pada kontrak jangka panjang dan konstruksi. Yang terakhir penunjukan akuntan publik terlalu dekat dengan tenggat: menghubungi KAP pada Maret untuk laporan yang dibutuhkan awal April jarang berakhir baik.
Aturan praktisnya: hubungi kantor akuntan publik sebelum tahun buku berakhir. Penunjukan lebih awal memungkinkan pemahaman bisnis, pengujian pengendalian, dan observasi stock opname pada tanggal neraca dikerjakan tepat waktu, dan itu yang membuat audit berjalan lebih cepat serta lebih murah di tahap akhir.
Panitia tender mencari kecocokan antar-dokumen, analis kredit mencari arus kas, dan keduanya menunggu dokumen yang sama dari Anda: yang disiapkan sebelum tim audit datang.
Persyaratan tiap panitia tender dan tiap bank berbeda; periksa dokumen pengadaan atau ketentuan kredit yang berlaku bagi Anda. Prosesnya dibahas di audit laporan keuangan untuk keperluan tender.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah laporan keuangan audited tahun lalu bisa dipakai untuk tender tahun ini?
Tergantung ketentuan panitia. Umumnya diminta laporan keuangan audited tahun buku terakhir, dan tidak jarang tiga tahun terakhir untuk menilai tren. Bila tahun buku terakhir belum diaudit, sebagian panitia menerima laporan tahun sebelumnya disertai laporan keuangan interim, tetapi ini bukan hal yang bisa diasumsikan. Periksa dokumen pengadaannya.
Apakah opini Wajar Tanpa Pengecualian bisa dipesan atau dijanjikan di awal?
Tidak. Opini adalah hasil dari prosedur audit yang dijalankan, bukan sesuatu yang dapat diperjanjikan sebelum pekerjaan dilakukan. Kantor akuntan publik yang menjanjikan opini tertentu di muka melanggar prinsip independensi, dan laporan semacam itu justru berisiko dipersoalkan oleh pihak yang mengandalkannya.